Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah

Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah - Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai objek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan ahlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi suatu bangsa. Pendidikan dapat menjadi tolak ukur perkembangan suatu bangsa. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia telah merumuskan sistem pendidikan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.

Pemerintah sangat serius dan selalu berusaha untuk menangani pendidikan di Indonesia terutama pendidikan di Sekolah, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tersebut pada tahun 2005 pemerintah mengeluarkan Peraturan RI nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, peraturan ini merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Peraturan pemerintah tersebut berbunyi :
  1. Proses pembelajaran pada satu satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berprestasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, 
  2. Dalam proses pembelajaran pendidik dituntut dapat memberikan keteladanan (sebagai panutan, contoh yang baik bagi siswa), 
  3. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang aktif dan dinamis.

Undang-undang dan Peraturan pemerintah tersebut mengindikasikan tentang pentingnya memperhatikan mutu pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Usaha baik pemerintah tersebut perlu ditindak lanjuti oleh institusi pendidikan sekolah baik negeri maupun swasta, dengan mengadakan kegiatan ilmiah yang dapat mengembangkan potensi guru melalui seminar, pelatihan, workshop dan lainnya secara berkelanjutan sehingga guru menjadi profesional yang mempunyai kemampuan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, pada gilirannya  peningkatan mutu pendidikan  akan terwujud dan menjadi kenyataan.

Keberhasilan dalam peningkatan mutu serta kualitas pendidikan di Indonesia maupun di sekolah tidak lepas dari peran para pembuat kebijakan, Kepala Sekolah, Guru, Orangtua, Masyarakat, Siswa dan Stakeholder lainnya. Mereka merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menentukan keberhasilan suatu pendidikan.

Dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah terdapat 4 aspek yang harus diperhatikan. Keempat aspek itu yakni kebijakan, kepemimpinan kepala sekolah, infrastruktur, dan proses pembelajaran. Kebijakan merupakan hal terpenting, utamanya yang berlaku secara nasional meliputi kurikulum dan ujian nasional. Hal itu termasuk kebijakan distribusi dan rekrutmen guru. Kepemimpinan seorang kepala sekolah juga menjadi penentu didalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Karna kepala sekolah merupakan seorang leadership yang memiliki peran penting didalam mengelola atau memanajemen sebuah lembaga pendidikan yaitu sekolah. Jika kepala sekolah kurang mampu dalam mengelola MBS (Manajemant Berbasis Sekolah) maka akan berdampak pada keseluruhan hasil mutu serta kualitas di sekolah tersebut. Aspek selanjutnya yaitu infrastruktur, yang tidak lain adalah sarana dan prasarana terkait dengan kelas, laboratorium, maupun teknologi informasi dan komunikasi. Itu semua berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. Apalagi sekarang dunia tanpa batas. Siswa bisa belajar tidak hanya dari guru dan buku yang ada, melainkan bisa belajar dari media sosial. Aspek berikutnya yaitu Guru. Selain kepala sekolah, Guru juga memiliki peran yang tidak kalah pentingnya didalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran antara lain dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kesiapan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat berupa kesiapan dalam memilih metode pembelajaran dan dapat pula berupa ketepatan guru dalam menyediakan alat peraga pembelajaran. Di dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kedudukan guru sebagai tenaga professional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran, serta meningkatkan mutu pendidikan nasional. Kedudukan guru sebagai tenaga professional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (UU No. 20 Tahun 2003  pasal3). Oleh karena itu, guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan.

0 Response to "Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel